Bale Endah

Atje bergerak ke arah utara. Sampai di Tasikmalaya, ia menulis berita dengan judul "Bandung jadi Lautan Api".

A Cup of Java

Bayangkan saja apa yang mereka rasakan saat itu, rasa tenang saat cangkir-cangkir kopi yang masih mengepul menghampiri hidung, mata pejam dan kening sedikit berkerut karena berkonsentrasi, lalu menghirup aroma dalam-dalam. Tentu takkan lama, karena segera setelah tegukan pertama, rasa bergairah hadir dengan kuat.

Kartosoewirjo

Inilah Gunung Rakutak. Bila berjumpa orang-orang tua di sekeliling gunung ini, ada banyak cerita tentang "gerombolan", cerita seram yang mereka alami saat masih anak-anak. Gunung ini memang pernah jadi konsentrasi terakhir pertahanan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo dkk, pemimpin gerakan DI/TII.

E. Dunlop & Co.

Walaupun saya sangat sering berjalan kaki melewati plakat yang terpasang di bawah Gedung Kimia Farma Jl. Braga ini, tapi rasanya tidak pernah ada dorongan untuk membaca dengan baik tulisan yang tertera di atas batu marmer ini. Tadi pagi saat duduk di bangku baru dekat plakat, saya berpikir bahwa ukuran plakat ini terlalu besar, lalu saya … Lanjutkan membaca E. Dunlop & Co.

Nisan-Nisan yang Tercecer

Beberapa kompleks makam sudah disebutkan dalam artikel sebelumnya, tetapi sebetulnya di Bandung juga masih terdapat kompleks-kompleks makam lainnya seperti makam-makam keluarga yang terletak di tengah kota. Saat ini situasi makam-makam itu semakin terhimpit oleh permukiman sehingga sering luput dari perhatian. Umumnya makam-makam ini milik keluarga-keluarga yang sudah punya sejarah panjang juga di Kota Bandung. Sebagian … Lanjutkan membaca Nisan-Nisan yang Tercecer

Wisata Permakaman di Bandung

Bila sampai tahun 1970-an warga Bandung bisa berrekreasi ke lokasi makam warga Eropa di Kerkhof Kebon Jahe, lalu bagaimana dengan sekarang setelah Kerkhof Kebon Jahe tidak ada lagi? Di Jakarta, nisan dari makam-makam tua dikumpulkan di satu tempat yang dinamai Taman Prasasti dan dapat berkembang menjadi satu tujuan wisata yang cukup populer. Selain menikmati berbagai … Lanjutkan membaca Wisata Permakaman di Bandung

Permakaman Bandung Tempo Dulu

Makam Pandu tempo dulu. Sumber foto: Inan Sitorus.   Sampai awal tahun 1970-an, Kota Bandung punya objek wisata yang mungkin terdengar ganjil, yaitu permakaman. Tentu bukan permakaman umum biasa, melainkan permakaman orang Eropa yang dulu biasa disebut Kerkhof Kebon Jahe. Kenapa tidak biasa? Ya seperti yang kita tahu, makam-makam orang Eropa biasa diberi hiasan-hiasan secantik … Lanjutkan membaca Permakaman Bandung Tempo Dulu

Hjalmar Bodom, Kunst Atelier di Naripanweg 3

Foto sebuah keluarga Belanda di Bandung. Fotografi: Hjalmar Bodom, 1930-an. Foto ini sekarang menjadi koleksi National Gallery of Australia. Foto dua orang anak Belanda di Bandung. Fotografi: Hjalmar Bodom, 1930-an. Foto ini sekarang menjadi koleksi National Gallery of Australia. Foto seorang perempuan Belanda di Bandung. Fotografi: Hjalmar Bodom, 1930-an. Foto ini sekarang menjadi koleksi National … Lanjutkan membaca Hjalmar Bodom, Kunst Atelier di Naripanweg 3

Annaa Maria de Groote (1755-1756)

Ini soal nisan lagi. Sejak disinggung oleh Kuncen Bandung, Haryoto Kunto, dalam bukunya Wajah Bandoeng Tempo Doeloe (Granesia, 1984), nisan yang satu ini hanya beredar sebagai kabar burung saja tanpa pernah ada catatan dari seseorang yang benar-benar melihatnya. Haryoto Kunto menyampaikan cerita nisan ini dengan mengutip buku karya Reitsma & Goodland tahun 1921, disebutkannya bahwa … Lanjutkan membaca Annaa Maria de Groote (1755-1756)

Papan Cuci Elisabeth Adriana Hinse-Rieman

Hari ini saya mengantarkan beberapa orang yang ingin menengok nisan Letnan Tionghoa pertama di Bandung yang beberapa hari lalu saya unggah di sini. Tidak banyak informasi baru yang saya dapatkan. Di jalan pulang, saya mampir ke mata air Ci Guriang di sebelah utara Jl. Kebon Kawung. Bila nisan Letnan Tionghoa sudah menjadi bagian sebuah tembok … Lanjutkan membaca Papan Cuci Elisabeth Adriana Hinse-Rieman

Dari Lasmanah di Taman Cibeunying, ke Banjarnegara, sampai Parta Kutang.

Ini adalah cerita ngalor-ngidul. Cerita yang muncul dan berkembang begitu saja dari sebuah foto. Seorang teman menunjukkan sebuah foto di grup whatsapp kawan-kawan Komunitas Aleut! Foto itu bergambar sebuah potret berukuran besar yang diambilnya di ruang dalam sebuah restoran di Jl. Taman Cibeunying Selatan. Potret tua berwarna sepia itu terbingkai dan terpajang anggun di dinding … Lanjutkan membaca Dari Lasmanah di Taman Cibeunying, ke Banjarnegara, sampai Parta Kutang.

Nisan Luitenant Oeij Bouw Hoen, 1882

Sabtu lalu saya jalan-jalan menyusuri perkampungan padat di daerah Babakan Ciamis. Dari beberapa bacaan, saya tahu dulu di kawasan itu ada permakaman Cina pindahan dari Oude Kerkhoff (Sentiong) di Banceuy. Ternyata saat ini kawasan itu sudah sangat padat oleh permukiman, lorong-lorong jalan yang sangat sempit, untuk dilewati satu motor pun susah, dan karena tanahnya berundak-undak, … Lanjutkan membaca Nisan Luitenant Oeij Bouw Hoen, 1882

Catatan Ci Kapayang 10.11.13

RAA Martanagara (1845-1926) adalah Bupati Bandung periode 1893-1918. Karena bukan berasal dari trah Bandung, maka ia mendapat julukan Dalem Panyelang. 27 Juni 1893, seorang Patih yang bertugas di Afdeling Sukapura Kolot diangkat menjadi Bupati Bandung yang kesepuluh, Raden Adipati Aria Martanagara. Ia menggantikan Bupati Bandung kesembilan, Raden Adipati Kusumadilaga, yang wafat dua bulan sebelumnya. Pengangkatan … Lanjutkan membaca Catatan Ci Kapayang 10.11.13