AADC (Ada Apa Dengan Cibeunying?)

Oleh : Arifin Surya Dwipa Irsyam (@poisionipin)

Siapa yang tidak tahu Kecamatan Cibeunying Kaler di Bandung, yang terkenal dengan sentra kaos Suci, PUSDAI, dan Museum Geologi?. Berdasarkan kajian toponimi, Cibeunying berasal dari kata Ci, dan Beunying. Ci sudah pasti berarti ‘air’, sedangkan beunying? Yuk… kita kenalan dengan beunying.

Beunying (Ficus fistulosa Reinw. ex Blume) merupakan jenis tumbuhan dari famili Moraceae atau keluarga beringin. Masih satu kerabat dengan nangka, murbei, pohon bodhi, karet munding, dan hampelas.

Beunying adalah pohon dengan tinggi dapat mencapai 10 m. Daunnya tebal dan berbentuk bulat telur sampai lonjong hingga lanset. Permukaan bagian atas mengkilat bertangkai panjang. Karangan bunga periuk, tumbuh dari ketiak daun atau bergerombol pada batang.

Sama seperti pohon bodhi (Ficus religiosa L.) karangan bunga pada beunying terlihat seperti buah dan biasa disebut dengan istilah bunga periuk atau syconium. Bunganya berukuran sangat kecil dan tersembunyi di dalam struktur yang menyerupai buah. Bayangkan saja sebuah periuk dari tanah liat dan bunga beunying yang berukuran kecil dan berwarna merah menempel dibagian dalam periuk. Karena bunganya tersembunyi, maka penyerbukan tidak dibantu oleh kupu-kupu maupun lebah. Penyerbukan pada beunying dilakukan oleh jenis serangga khusus dari famili Agaonidae atau dikenal sebagai wasp.

Dimana beunying dapat ditemukan?. Beunying hidup di tempat sejuk dan dekat sumber air dengan elevasi hingga 2000 m. Di hutan terbuka, pinggiran hutan yang lembap banyak ditumbuhi oleh jenis ini. Di kawasan Malesia, beunying terdistribusi di Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Kepulauan Sunda Kecil (Bali, Lombok, Sumba, Flores, Sumbawa, Alor) dan New Guinea.

Apa yang membedakan beunying dengan jenis lain dari Ficus?. Daun muda beunying berwarna merah muda. Daun-daun muda ini di daerah sunda sering dimakan mentah sebagai lalab dan rasanya memang enak. Karangan buah muda juga dapat dimakan dengan sambal.

Bagaimana? sudah kenal dengan beunying kan?. Kalau sudah mengenal secara morfologi (bentuk luar), di lain kesempatan saya akan bagi informasi mengenai khasiat beunying bagi kesehatan. see u 🙂

404827_4822529434247_589658502_n

Image

Bunga Matahari dan Kerabatnya

Oleh: Arifin Surya Dwipa Irsyam (@poisonipin)

Di kesempatan kali ini saya mau bercerita tentang bunga matahari dan kerabatnya. Apa sih yang menarik dari bunga matahari? Mari kita ulas…

Sebelumnya, tahukah Aleutian bahwa bunga matahari dan kerabatnya seperti bunga dahlia, bunga krisan, dan bunga aster, sebenarnya terdiri dari ratusan bunga yang berukuran sangat kecil? Untuk lebih jelasnya coba amati foto dibawah ini.

Bunga matahari merupakan satu karangan bunga majemuk yang tersusun dari bunga pita dan bunga tabung dalam jumlah banyak, namun terlihat seperti satu bunga tunggal. Karangan bunga ini disebut dengan istilah Pseudoanthium (bunga semu).

Bagian yang dari luar terlihat seperti kelopak bunga sebenarnya adalah kumpulan daun pembalut (involucrum) yang berfungsi untuk melindungi karangan bunga pada saat masih kuncup.

Kemudian yang manakah bunganya? Bunga matahari dan kerabatnya terdiri atas dua macam jenis bunga, bunga pita dan bunga tabung. Bunga pita terletak disekeliling pinggiran dan bersifat mandul, sedangkan bunga tabung terletak dibagian pusat atau tengah dan bersifat fertil. Jumlah bunga tabung dalam satu karangan bunga dapat mencapai hingga ratusan buah.

Dimanakah bagian kelopaknya? Ada yang pernah mencoba meniup dandelion? Nah, bagian rambut (menyerupai parasut) itulah bagian kelopak bunganya. Kelopak bunga pada keluarga bunga matahari disebut pappus. Kelopak ini berukuran sangat kecil, biasanya berbentuk rambut (seperti pada dandelion), berbentuk duri (seperti pada dom-doman), berbentuk selaput (seperti pada bunga matahari), maupun berbentuk kelenjar yang sangat lengket (pada legetan werak). Adanya bagian pappus sangat berperan penting dalam proses pemencaran buah. Buah dengan pappus yang berbentuk rambut akan terpencar dengan bantuan angin, buah dengan pappus duri dan kelenjar lengket akan terpencar melalui hewan karena menempel pada badannya.

Lalu, ada yang hobi makan kuaci bunga matahari? Yang biasa pada bungkusnya tertulis “kuaci biji matahari”.
Sebenarnya istilah penyebutan “biji” bunga matahari kurang tepat. Kenapa? Sebab yang kita sebut “biji” sebenarnya adalah buah dari bunga matahari. Tipe buah pada keluarga bunga matahari adalah tipe buah Achene, suatu tipe buah kering yang tidak memiliki daging buah, sehingga terlihat menyerupai sebuah biji.

Bagaimana dengan bagian dari kuaci yang kita makan? Nah.. itu baru bijinya. Jadi penyebutan satu kuaci utuh dengan kulitnya tidak tepat bila disebut dengan “biji”.

Bagaimana? Apakah bisa dipahami? Bunga matahari dan kerabatnya merupakan satu contoh dari uniknya dunia tumbuhan. Semoga catatan kecil ini dapat bermanfaat bagi Aleutian. Kalau begitu sampai berjumpa di lain kesempatan!