Jejak Langkah Sanghyang Heleut

IMG-20180716-WA0028

Sanghyang Heleut / Foto Komunitas Aleut

Oleh : Rulfhi Alimudin Pratama (@rulfhi_rama)

Asap knalpot menyembur ke muka. Hitam pekat, bau, perih di mata. Sialnya waktu itu saya memakai helm tanpa kaca. Jadi bisa dibayangkan asap tersebut langsung menyerempet pori-pori kulit di muka. Ini lebih buruk dari bau kentut. Alasan inilah yang membuat saya tidak menyukai jalan Citatah, Padalarang. Baca lebih lanjut

Jejak Sukarno di Bandung

Jejak Sukarno di Bandung 6

Foto keluarga di Gedung Indonesia Menggugat | © Fan_fin

Oleh : Rulfhi Alimudin Pratama (@rulfhi_rama)

Kata-katanya selalu dinanti. Suaranya selalu dirindukan. Sosoknya sangat dicintai. Semua seakan menahan nafas dan tak bergerak sedikit pun ketika ia berorasi. Bahkan seekor cicak pun enggan untuk bergeming. Orasinya mampu membakar semangat, bahkan janggut para pejabat Hindia Belanda terbakar dibuatnya. Tak ada yang mengalahkan pesonanya ketika naik podium. Ia Sukarno, Singa Podium. Baca lebih lanjut

Sepanjang Jalan Dewa(ta)

Sepanjang jalan dewata 1

Hutan Gunung Tilu | © Komunitas Aleut

Oleh : Rulfhi Alimudin Pratama (@rulfhi_rama)

Pedati kerbau berjalan di jalanan tengah hutan Gunung Tilu. Roda besi pedati menggilas tajamnya bebatuan. Benturan roda besi dengan bebatuan menghasikan dentuman suara. Suara yang memecah kesunyian hutan Gunung Tilu. Pedati itu membawa teh hijau hasil dari perkebunan teh Dewata menuju Rancabolang. 17 Km harus ditempuh menembus lebatnya hutan Gunung Tilu melalui jalan berbatu. Hamparan batu tersebut sengaja dihampar sebagai pelapis perkuatan jalan. Jalan tersebut dikenal sebagai jalan makadam.

Mendengar jalan makadam sontak melambungkan ingatan saya kepada mata pelajaran konstruksi jalan. Salah satu mata pelajaran yang saya ikuti ketika menempuh Baca lebih lanjut

Bonus Biotour Volume#2 : Museum Gedung Sate

Bonus Biotour Volume#2 : Tiket Museum Gedung Sate

Pintu Masuk Museum Gedung Sate | Photo Komunitas Aleut

Oleh : Rulfhi Pratama (@rulfhi_rama)

Tentunya kamu sangat senang karena mendapatkan tiket Museum Gedung Sate yang diberikan oleh Indischemooi dan Mooi Bandoeng sebagai bonus kegiatan Biotour volume #2. Kamu bersama rombongan berjalan dari Cibeunying Park menuju Museum Gedung Sate. Rasa lelah yang tadi mendera kamu rasanya hilang seketika, kamu berada pada barisan paling depan, tak sabar ingin segera sampai di sana.

Setibanya di halaman belakang Gedung Sate, kamu merasa senang. Wajar saja ini kali pertama kamu menginjakan kaki di Gedung Sate. Pintu masuk Museum Gedung Sate tak terlampau jauh dari pintu gerbang belakang. Setibanya di pintu masuk Museum Gedung Sate, kamu pun berbaris bersama rombongan. Kaki mu gemetar, jantungmu berdebar, rasa penasaran hinggap dalam benakmu. Dilewatilah pintu masuk Museum Gedung Sate. Baca lebih lanjut

Kamu dan Biotour Volume #2

Biotour volume 2

Peserta sedang memperhatikan penjelasan ipin – Komunitas Aleut

Oleh : Rulfhi Pratama (@rulfhi_rama)

Pagi itu kamu dan beberapa manusia lainnya sedang menunggu di Taman Lansia. Sebuah taman yang berada di Jalan Diponegoro dekat dengan Museum Pos dan tak terlalu jauh dari Museum Geologi. Taman ini kini kian populer setelah seekor T-Rex sengaja di daratkan untuk bertempat tinggal disini.

Tentu yang kamu maksud bukan seekor T-Rex sungguhan tetapi hanya replika dari binatang  pra sejarah ini. Replika T-Rex ini menjadi spot instagrameble yang berada di Taman ini. Tentu kamu kesini bukan hanya untuk melihat dan berfoto dengan replika T-Rex. Kamu akan mengikuti biotour volume #2 yang bertajuk “Poisonous December: Tumbuhan Berbahaya di Sekitar Kita” yang diselenggarakan oleh Indischemooi dan Mooi Bandoeng. Baca lebih lanjut

Bukan Hanya Hitam dan Putih di Kampung Warna Cibunut

Kampung Warna Cibunut

Ngaleut Kampung Warna Cibunut – Komunitas Aleut

Oleh : Rulfhi Pratama (@rulfhi_rama)

Kampung Warna Cibunut mungkin bukan yang pertama kalinya menjadi kampung warna di Indonesia. Sebelumnya sudah ada Jodipan di Malang dan Kampung Pelangi di Semarang. Tapi di Kota Bandung rasanya menjadi kampung warna pertama.

Kampung Warna Cibunut berada di Jalan Sunda yang terhimpit oleh tembok-tembok bangunan niaga. Mungkin kawan-kawan sudah sering melewati Jalan Sunda tetapi belum ngeh dengan keberadaan kampung ini, itu juga yang saya rasakan. Saya baru tahu Kampung Warna Cibunut setelah melihat unggahan instagram pak Ridwan Kamil yang meresmikan kampung warna ini. Baca lebih lanjut