Yang Belum Kering di Kampung Dobi

kampung dobi celana

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip)

Hampir tiap subuh, selama bertahun-tahun, ibu saya mencuci pakaian kami sekeluarga dengan tangannya, dengan berjongkok. Air cucian bikin kakinya pecah-pecah. Ibu saya mulai tak kuat berlama-lama jongkok. Mesin cuci merk Korea bekas kemudian hadir di rumah kami. Baca lebih lanjut

Menuju Mangir, Menyusur Pantai Selatan Jawa

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip)

Wanci janari di satu masjid di Padaherang. Begitu benar pepatah Arab yang diamini Hemingway, bahwa tak ada teman duduk paling setia selain buku. Naskah drama Mangir yang disusun Pram menemani saya terjaga. Mimpi buruk Machiavelli termanifestasi dalam tragedi itu. Kekerasan dan dusta adalah bahasa paling nyaring serta lugas buat manusia, Senapati paham benar. Cinta antara Ki Ageng Mangir Baca lebih lanjut

Sebentar Lagi Jayanti, Sebentar Lagi Rancabuaya, Sebentar Lagi Sampai

naringgul menuju cidaun

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip)

“Sebentar lagi, tinggal lewat gunung itu, langsung laut,” janji saya saat melindas jalanan Naringgul.

Kata “sebentar” mengundang beragam makna, bisa sebuah jebakan sekaligus pembebasan, seringnya hanya janji kosong. Kengerian bagi para murid belet yang lembar jawabannya Baca lebih lanjut

Dewata dan Residensi ala Thoreau

dewata jalan makadam gunung tilu momotoran

Oleh: Arif Abdurahman (@yeaharip)

Beragam skenario horror berdesakan di ubun-ubun, beberapanya imajinasi sumbangan dari H.P. Lovecraft dan Abdullah Harahap: seorang kawan hilang diculik dedemit, jalanan yang enggan mengarah kemana pun, pohon tumbang, bandit dengan celurit karatan menghadang di depan, ada makhluk mengerikan yang mengintai di balik pepohonan, yang sembunyi dan akan tampil tepat di depan wajah saat berbalik, apakah itu ular raksasa penghuni Gunung Tilu, atau harimau siluman, atau surili bertentakel, Baca lebih lanjut