Menapaki Kenangan Bersama Aleut dan Pidi Baiq

Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee)

“Kok nyeri ya bacanya”

Seorang kawan meninggalkan sebuah komentar di unggahan di Instagram saya. Sebuah penggalan tulisan dari novel karya Pidi Baiq.

Dia yang ada di dalam hatiku maka itu adalah keabdian. Meskipun dia pergi, kenangan tidak akan pernah benar-benar meninggalkan”.

Itu kalimat yang saya unggah pada Instagram saya beberapa hari yang lalu. Saya membayangkan bagaimana rasanya mempunyai ingatan Baca lebih lanjut

Takdir Tujuh Sumur

Oleh: Ariyono Wahyu Widjajadi (@A13xtriple)

Salah satu pertimbangan bagi orang tua dahulu dalam menentukan pilihan tempat bermukim adalah ketersediaan sumber daya alam  berupa air. Dikisahkan penentuan lokasi ibu kota beberapa kabupaten di Tatar Priangan Baca lebih lanjut

Coretan dari Ciletuh

Oleh: Audya Amalia

Di atas lapisan bumi itu

Dua jenis lempeng bertemu

Atas keniscayaan waktu

Mereka bergusur tak teratur

Mereka bertekstur

***

Awalnya yang saya kira, dengan menyaksikan langsung hasil pergerakan lempeng bumi, saya akan lebih menggali teori tektonika lempeng dan serangkaian pengetahuan geologi lainnya. Alih-alih demikian, ketika melihat langsung bebatuan di Ciletuh, pikiran saya malah melayang jauh pada salah satu konsep estetika Timur yang disebut dengan “Wabi-Sabi”. Konsep tersebut merupakan cara pandang dalam memaknai ketidaksempurnaan. Wabi-sabi mengajarkan bahwa hal-hal dalam hidup ini tidak ada yang bertahan kekal, semuanya berproses dan berkembang bersama waktu. Itulah yang saya temukan dalam perjalan Ciletuh pada 8-10 November 2019 bersama Komunitas Aleut Mania Mantap.

Apa hubungannya wabi-sabi dengan Ciletuh?

Jawabannya ada di catatan perjalanan suka-suka* ini.

*) Catatan ini sudah melewati beberapa kali revisi dan berisi banyak coretan yang sebetulnya akan lebih tampak rapi jika dihilangkan. Namun atas nama wabi-sabi, lebih baik coretannya dibiarkan terlihat. Dan sejalan dengan prinsip estetika kontemporer: Anything goes~

Baca lebih lanjut

SEJARAH PERKEBUNAN DAN PERTANIAN DI BAMBOO HOUSE, CIMURAH, KARANGPAWITAN, GARUT

          Minggu lalu saya ikut satu perjalanan literasi (momotoran) Komunitas Aleut dengan rute Sumedang – Darmaraja – Wado – Malangbong – Cibatu – Karangpawitan – Garut. Dari banyak tempat singgah, termasuk Cadas Pangeran dan kunjungan ke rumah pengasingan Tjoet Njak Dhien Baca lebih lanjut

Wyata Guna dalam Tanya

Denyut di jantungmu kota
Pusat gelisah dan tawa
Dalam selimut debu dan kabut
Yang hitam kelam warnanya
Sejuta janjimu kota
Menggoda wajah-wajah resah
Ada di sini dan ada di sana
Menunggu di dalam tanya

(Balada Sejuta Wajah-God Bless)

Saya masih mengingat dengan jelas, saat duduk di kelas dua SMP, pernah meminta kepada seorang kawan untuk dibuatkan gambar logo band God Bless. Kawan tersebut memang pandai menggambar, matanya awas dan mampu menangkap bentuk dengan baik, untuk kemudian digambarkan di atas kertas. Saya tak mampu membuat karya seperti itu. Setiap dia menggambar, saya selalu memperhatikan dengan takjub.

Dia sering menggambar segala hal tentang band rock Inggris, Queen. Mulai dari logo hingga gambar personilnya. Lewat dia, saya kemudian lebih mengenal Queen. Setiap bertandang ke tempat tinggalnya, saya mendengar lagu-lagu Queen dari tape-nya. Baca lebih lanjut

Candu Tarawangsa

Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee)

Pukul 4 sore aku baru pulang ke kosan setelah mengurus ini itu. Segera saja kusimpan tas di tempat penyimpanan dan langsung menuju kamar mandi. Aku harus mandi biar badan lebih segar setelah banyak kegiatan di akhir pekan ini.

Aku lepas bajuku satu persatu. Aroma kemenyan serta wewangian lain masih menempel di baju yang aku pakai kemarin malam saat ikut acara tarawangsa. Kalau kata Upi mah bau kemenyan itu kayak aroma terapi. Aromanya menenangkan. Baca lebih lanjut