Gunung Mandalawangi dan Pesona Tersembunyinya

Dibandingkan Gunung Manglayang, Gunung Puntang, atau sederet nama gunung kondang lainnya, Gunung Mandalawangi tidaklah terlalu dikenal orang. Gunung yang menjulang di perbatasan antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut ini sebenarnya memiliki cerita-cerita yang jarang diketahui, utamanya terkait pesona magisnya. Setidaknya itu yang saya baca dari sumber-sumber di dunia maya. Baca lebih lanjut

Urban Legend, Kisah yang Tak Terlupakan

Oleh: Aozora Dee (@aozora_dee)

Manusia selalu punya rasa ingin tahu yang besar terhadap sesuatu yang tidak tampak.

Itulah kesan yang saya dapatkan dari perjalanan “Tour Urban Legend” bersama teman-teman Komunitas Aleut dan mooibandoeng. Hal-hal berbau mistis memang menarik. Tapi motivasi saya untuk ikut jalan-jalan malam Baca lebih lanjut

Arca-arca yang Hilang di Gunung Wayang

Arca-arca yang hilang

Dari kanan ke kiri : Gunung Windu, Gunung Wayang, Gunung Bedil |Foto Ariyono Wahyu Widjajadi

Oleh: Ariyono Wahyu Widjajadi (@A13xtriple)

Saat itu hari mendung, kabut menyelimuti Gunung Wayang menambah kental aura misteri yang meliputi gunung ini. Ini kali kedua bagi saya mengunjungi Situ Cisanti, mata air Sungai Citarum yang berada di kaki Gunung Wayang. Setiap kali  Komunitas Aleut menyambangi kawasan Pangalengan, Gunung Wayang selalu jadi pusat perhatian saya. Terkadang memandang dari kejauhan gunung ini tampak bersanding dengan dua gunung lainnya yaitu Gunung Windu dan Gunung Bedil.

Dalam halaman-halaman awal buku “Semerbak Bunga di Bandung Raya” karya Haryoto Kunto, terdapat sebuah foto yang memperlihatkan seorang juru kunci yang sedang duduk bersimpuh dengan takzim di depan sebuah arca begaya Polinesia. Keterangan pada foto tadi menyebutkan bahwa arca tersebut berada di Gunung Wayang. Baca lebih lanjut

Malam Mencekam dalam Wisata Legenda Urang Bandung

Pastor Verbraak, Malam Mencekam Dalam Wisata Legenda Urang Bandung

Patung Verbraak (Photo by Komunitas Aleut)

Oleh: Rulfhi Alimudin (@rulfhi_rama)

Malam hari itu udara Kota Bandung tak terlampau dingin. Mungkin udara dingin enggan untuk  bercengkrama dengan Kota Bandung saat itu. Malam itu Bandung dipenuhi dengan beberapa kegiatan yang memanjakan wisatawan dan warganya.

Salah satu kegiatan yang mengisi malam tersebut adalah city tour Legenda Urang Bandung yang diselenggarakan oleh Komunitas Aleut dengan MooiBandoeng.

City tour kali ini mengangkat cerita urban legend di Bandung dengan tagline ‘fakta di balik urban legend’. City tour ini cukup menarik

Baca lebih lanjut

Urban Legend: Menguak Misteri Patung Pastor

Oleh: Arya Vidya Utama (@aryawasho)

 Patung Pastor Verbraak di Taman Maluku, Bandung

Coba perhatikan dengan teliti kalau kebetulan lewat. Perhatikan posisi dan arah pandangan patung itu. Gue liat sendiri (atau sekedar hayalan gue aja), kepala patung itu sering berubah posisi dan arah pandangannya

Kutipan di atas adalah pernyataan seseorang yang saya temukan di internet. Legenda Patung Pastor di Bandung ini cukup menarik karena bukan hanya orang di atas ini saja namun banyak orang yang mempercayai bahwa patung ini memang bergerak di malam hari dan konon si pastor dimakamkan di bawah patung ini.

Sebuah acara berbau mistis pernah juga membahas misteri patung ini. Jika penasaran, teman-teman bisa nonton video berikut ini:

Benarkah demikian? Saya akan mencoba menjawabnya dengan cara yang (mungkin) lebih mudah untuk dipahami.

Pastur Verbraak

Foto Pastor Verbraak (sumber: mooibandoeng.wordpress.com)

Verbraak adalah nama pastur yang patungnya berada di sudut Taman Maluku, Bandung. Nama lengkapnya Henricus Christiaan Verbraak, lahir di Rotterdam pada 24 Maret 1835. Di usia ke-34, ia diangkat menjadi seorang pendeta oleh seorang uskup dari Ascalon & Bomberg.

15 Oktober 1872, ia ditugaskan sebagai misionaris di Padang. Ini adalah penugasan pertamanya di Hindia Belanda. Belum genap ia bertugas selama 2 tahun di sana, 29 Juni 1874 ia dipindahtugaskan ke Aceh. Hampir separuh dari hidupnya ia abdikan di Tanah Aceh. Selama ia bertugas, kurang lebih ia melayani 2.000 orang. Sebanyak 75%-nya adalah tentara.

Ia memutuskan untuk pensiun di tahun 1907, setelah 33 tahun mengabdi di Tanah Aceh. Setelah pensiun ia pindah ke Magelang, sebuah kota militer yang terletak di daerah Jawa Tengah. Ia meninggal dengan tenang pada tahun 1918, dan jasadnya dikebumikan di Molukkenpark, Magelang.

Untuk mengenang jasa Verbraak, di Kota Bandung The Dutch East Indian Army mengumpulkan dana dan mendirikan patung Pastor Verbraak pada tanggal 27 Januari 1922 di sebuah taman yang pernah berjuluk ”Paradisi in Sole Paradisus Terrestris”(tanah surga di bawah cahaya matahari). Patung dari bahan tembaga ini dirancang di Belanda oleh seniman G.J.W. Rueb. Di masa pendudukan Jepang, patung ini berhasil disembunyikan. Di masa itu banyak patung tembaga yang dilelehkan untuk kemudian dijadikan amunisi. Setelah era kependudukan Jepang berakhir, patung ini dikembalikan ke tempat asalnya.

Menjawab Misteri

Berdasarkan pengamatan saya saat berjalan-jalan dengan Komunitas Aleut tanggal 18 Oktober kemarin, patung dengan warna tembaga ini memang seolah-olah melihat ke arah kita berdiri pada saat sedang disorot menggunakan senter. Hal ini menurut saya disebabkan oleh kesalahan mata kita dalam menangkap gambaran patung ini di gelap malam. Patung ini terdiri hanya dari satu warna ini  membuat kita tidak bisa membedakan dengan jelas bagian muka patung. Bisa jadi bagian yang seolah-olah melihat itu sebetulnya adalah bagian samping atau belakang kepala patung, bukan bagian wajah. Apa lagi tak ada satupun lampu di sekitar patung, sehingga mata orang yang melihat patung ini salah menangkap objek yang dilihat, dalam kasus ini adalah patung Verbraak.

Lalu, bagaimana dengan rumor bahwa ia dimakamkan tepat di bawah patung ini? Sebelumnya secara jelas sudah dijawab bahwa Vervraak dimakamkan di Magelang, bukan di Bandung. Menurut saya, tulisan di patunglah yang menjadi anggapan orang bahwa di bawah patung ini terdapat sebuah makam. Jika teman-teman main ke dekat taman ini, maka di salah satu tembok tempat berdirinya patung akan menemukan tulisan:

PASTOOR
H.C. VERBRAAK
1835 – 1918
AALMOEZENIER
1874 – 1881
ATJEH
1874 – 1907

Tulisan 1935-1918 di baris ke-3 inilah yang menurut saya menimbulkan anggapan bahwa di bawah patung terdapat sebuah makam. Tulisan tahun kelahiran dan tahun kematian memang seringkali dianggap sebagai tulisan yang umum dituliskan di nisan kuburan.

Dua metode penelusuran misteri patung ini menghasilkan dua jawaban yang berbeda. Mana yang lebih terpercaya? Saya serahkan pertanyaan ini untuk dijawab oleh diri teman-teman sendiri.

Referensi:

http://mooibandoeng.wordpress.com/2013/06/19/riwayat-pastor-verbraak-yang-tak-pernah-ke-bandung/

Data Komunitas Aleut!

 

Tautan asli: http://aryawasho.wordpress.com/2014/11/05/urban-legend-menguak-misteri-patung-pastor/