Senja di Pantai Laut Selatan Pulau Jawa Bagian 2

Baca: Senja di Pantai Laut Selatan Pulau Jawa Bagian 1

Starr_080606-7010_Eretmochelys_imbricata

Karena malam semakin gelap, seperempat panjang pantai hampir tak kelihatan. Tetapi sejauh kami masih bisa kenali benda, tampak empat badan gelap, gemuk merayap di atas pantai. Bunyi gemercakpun tak sampai ke telinga kecuali deruan sayup-sayup redam empasan laut. Tiba-tiba terdengar cipatran air di bawah tempat kami: sebuah Baca lebih lanjut

Senja di Pantai Laut Selatan Pulau Jawa Bagian 1

 

Kata pengantar

Dalam abad ke-19, Junghuhn menjalajahi Pulau Jawa dan sebagian Sumatera. Sesuai kebiasaan ilmuwan, ia mencatat secara detail jenis tumbuhan, gunung, tanah, batu-batuan yang ia jumpai selama penjelajahannya. Bahkan, dengan liris ia menjelaskan perawakan sebuah pohon atau keadaan hutan. Kata “schoon” yang pada dasarnya Baca lebih lanjut

Blekok, Dulu dan Kini

Oleh: Aquinaldo Sistanto (@edosistanto)

Tahun 2013. Sebuah berita di surat kabar memaparkan adanya suatu perkampungan di Selatan Kota Bandung, yang menjadi habitat berbagai burung air. Blekok, kuntul sawah, kuntul kerbau dan sebagainya. Sudah tentu saya penasaran, maka saya pun menyempatkan untuk berkunjung dan melihat wujud fisiknya. Kampung Rancabayawak, Baca lebih lanjut

17:30 WIB: Waktu Indonesia bagian Blekok

1. Kampung Blekok

Oleh: Audya Amalia

“….the glory of the past, had gone to underground and people just forgot

some people try hard, to wake up in this age to take back their life….”

Hari Minggu tanggal 24 Juni 2018, sepanjang Jalan Soekarno-Hatta Bandung menuju tujuan, earphones di telinga saya terus mengulang-ngulang lagu Unperfect Sky-nya Elemental Gaze. Sambil berdoa supaya hujan sore itu di-pending dulu dan membayangkan seperti apa tempat tujuan ngaleut episode kali ini. Baca lebih lanjut

Sekelumit Kisah Leendert van der Pijl di Bandung

van der pijl foto

Foto Dr. Leendert van der Pijl

Oleh : Arifin Surya Dwipa Irsyam (IG: @suryadwipa)

Kondisi Karesidenan Priangan (mencakup Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Bandung, Sukabumi, dan Bogor) yang sejuk dan sarat akan kandungan keanakaragaman hayati ternyata telah mengambil hati sekelompok ilmuwan Eropa di bidang botani. Hal tersebut dibuktikan dengan maraknya penelitian mengenai tanaman perkebunan di Priangan, juga dengan dibangunnya Herbarium Bogoriense serta ‘s Lands Plantentuin te Buitenzorg. Oleh sebab itu Bogor pernah memperoleh predikat sebagai pusat perkembangan ilmu botani di Hindia Belanda. Selain di Bogor, Kawasan Bandung ternyata juga sempat dijadikan destinasi untuk mempelajari aneka jenis tetumbuhan khas Priangan. Salah satu ahli yang berperan penting dalam mengungkap rahasia dunia flora di Bandung dan sekitarnya adalah Dr. Leendert van der Pijl. Baca lebih lanjut

O, Dewata

Oleh : Arifin Surya Dwipa Irsyam (@suryadwipa)

Perhatian! Catatan ini ditulis dari sudut pandang Aleutian yang berhalangan ikut momotoran ke Perkebunan Teh Dewata. Sengaja ditulis agar penulis masih dapat tetap eksis walaupun tidak ikut serta. Selain itu, catatan singkat ini juga ditulis karena adanya dorongan hasrat yang tinggi untuk berbagi informasi mengenai Dewata dari aspek tertentu. Hatur nuhun.

Tak bisa kupungkiri bahwa dadaku dijejali rasa iri pagi itu. Saat teman-teman pergi bersama-sama menuju Perkebunan Teh Dewata yang terletak di Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Aku hanya bisa membatin, “Groet Uit Bandoeng1i”. Salam hangat dari Bandung untuk kalian di sana. Sesak sekali rasanya. Segenggam tar pekat seperti mencengkeram trakeaku dengan erat, sehingga sulit untuk bernafas. Ya.., hal ini memang sudah menjadi konsekuensiku karena kali ini tidak dapat bergabung bersama mereka untuk menjamahi kecantikan kawasan pegunungan di Bandung Selatan. Baca lebih lanjut

Kamu dan Biotour Volume #2

Biotour volume 2

Peserta sedang memperhatikan penjelasan ipin – Komunitas Aleut

Oleh : Rulfhi Pratama (@rulfhi_rama)

Pagi itu kamu dan beberapa manusia lainnya sedang menunggu di Taman Lansia. Sebuah taman yang berada di Jalan Diponegoro dekat dengan Museum Pos dan tak terlalu jauh dari Museum Geologi. Taman ini kini kian populer setelah seekor T-Rex sengaja di daratkan untuk bertempat tinggal disini.

Tentu yang kamu maksud bukan seekor T-Rex sungguhan tetapi hanya replika dari binatang  pra sejarah ini. Replika T-Rex ini menjadi spot instagrameble yang berada di Taman ini. Tentu kamu kesini bukan hanya untuk melihat dan berfoto dengan replika T-Rex. Kamu akan mengikuti biotour volume #2 yang bertajuk “Poisonous December: Tumbuhan Berbahaya di Sekitar Kita” yang diselenggarakan oleh Indischemooi dan Mooi Bandoeng. Baca lebih lanjut