Mojang Bandung

Oleh : M.Ryzki Wiryawan

Sejak dahulu Bandung terkenal atas kecantikan mojang-mojangnya yang tidak ada duanya di seluruh nusantara. Mojang-mojang ini juga dikenal pandai berdandan dan memiliki selera yang baik soal fashion, Itulah sebabnya orang-orang menyebut Bandung kota Kembang…

Berikut adalah sedikit kutipan mengenai mojang-mojang Bandung yang dikutip dari artikel Bandung Baheula karangan Sutadisastra tahun 1953 :

…Ti beulah kulon tembong dua nonoman istri arangkat ngarendeng, keur sumedeng na remaja putri, lir putri sakembaran, kulit enay, rambut hideung meles, sanggulna sanggul ciyoda diselapan tusuk sanggul emas endah. Katambah2 estu surup kana panganggona, selop ketokan jengke jangkung sinjangna manteron gading kolot biji kumeli meunang ngalepe, raksukan sutra tablo pulas gedang asak. Nu saurang nganggo kekemben sutra satengah diharudumkeun kana bahuna, tungtungna ngambay kenca katuhu nga-helab2 kasilir angin leutik ngahiliwir; demi anu saurang deui kekembenna sutra juru tilu latar bereum kasumba, kembang hejo ngora jeplok baruleud bodas laleutik, matak lucu dibeulitkeun kana tenggek leutik, tungtungna ngarambay ka hareup, minyakna Soir du Paris seungit angin2an…

Di samping karena kecantikan mojang2nya, dahulu Bandung juga dikenal karena “wanita2 penggoda”nya yang cantik2, bahkan ada istilah “Awewe Bandung mah sok ngarebut salaki batur“. Tapi seperti kata Sutadisastra ,“Ulah disangka ngan di Bandung bae awewe nu kitu teh, nepi ka akhirna sakabeh urang Bandung dihurun-suluhkeun dikompet daunkeun, disambarukeun karitu kabeh… Awewe bageur loba, sabalikna anu burung teu kurang2. Nya kitu deui nu goreng jeung nu hadena teh, lain ngan awewena bae, tapi lalakina deuih…

Iklan

Kumpulan Humor Revolusi -2

Oleh : M.Ryzki Wiryawan

Nama…..

 Karena banyaknya pasukan2 bersenjata yang lahir, maka banyak juga jawatan2 baru terpaksa dilahirkan oleh pemerintah, untuk mengurusi pasukan2 ini.

Nama jawatan macam-macam, antara lain ada seorang muda yang rajin menyebut tempat bekerjanya. Kalau ditanya : …Saudara bekerja di mana ..?”

Dijawabnya : “..Di Kementrian Pertahanan Bagian TNI bagian Masyarakat Biro Perjuangan Urusan Pembelaan Rakyat Inspektorat Pemuda di daerah IX bagian ……… suple ……”

Sleutel Oposisi dan alligatar

 Revolusi juga mendorong pemuda2 kita belajar teori revolusioner, dan kadang2memaksa mereka memakai beberapa kata-kata asing. Demikianlah disalah satu rapat kongres pemuda seorang wakil dari daerah Banyumas berpidato :

“Disamping berjuang melawan musuh pemuda harus banyak menduduki sleutel-oposisi …..”

Lain utusan utusan lagi berbicara : “…Disamping bertempur di garis depan, digaris belakang kita harus banyak mendidik ….. aligator-aligator ….”

Yang dimaksudnya ialah agitator.

K.T.N.

 Rakyat kita mengenal orang2 Amerika dan orang2 kulit putih lainnya pertama2 di zaman revolusi, ialah ketika mereka itu masuk pedalaman dengan kendaraan yang dikasih tanda “K.T.N.” atau “Komisi Tiga Negara”.

Rakyat ketika itu tidak diberitahu itu apa, tetapi pada umumnya mereka secara insting membau itu apa, dan sering mengejek mereka itu : “…Kaki Tangan Nica…”

Temple….

 Pada suatu hari seorang anggota KTN  ingin melihat Candi Borobudur. Ia bilang sama sopirnya seorang Indonesia. Katanya : “To the temple…”

Serenta mobil berhenti, alangkah tercengangnya anggota KTN ini serenta melihat bahwa di sekitar tempat berhenti ini tidak ada candi sama sekali. Sebabnya ? ia bilang “to the temple”, tetapi sama sopirnya diantarkan ke Tempel, desa dipinggir kota Jogja.

Pidato

 Tahukah saudara bahwa ketika KNIP Pleno bersidang di Malang ada anggota yang berpidato begitu ngotot sehingga ada satu giginya yang jatuh ? Di papan pengumuman di depan ditulis :

“Siapa yang kehilangan gigi supaya diambil di sekertariat…..”

Tahukah saudara bahwa ketika berbicara di KNIP Pleno Malang mbakyu Sri Mangunsarkoro menyatakan menolak Linggarjati sambil “menggebrak meja”, kemudian turun dari panggung meninggalkan sidang, tetapi kemudian kembali lagi ke panggung sambil bilang sama Sartono : “Maafkan saudara ketua, payung saya ketinggalan….”

Kumpulan Humor Revolusi -1

 Oleh : M. Ryzki Wiryawan

 

Dikutip dari karya Soerjono dalam buku Bingkisan Nasional – Kenangan 10 tahun Revolusi Nasional (1955)

Apa itu Repolusi ?

Apa itu revolusi. Ada yang kasih tafsiran macam-macam. Ada yang bilang revolusi adalah perebutan kekuasaan, ada yang bilang revolusi adalah pemindahan kekuasaan dari satu kelas ke kelas lain yang lebih maju. Ada yang mengartikan revolusi adalah otak-otakan, ada yang bilang tindakan cowboy-cowboy-an juga revolusioner. Tetapi mendiang Jenderal Sudirman alm. dalam kongres pemuda di Madiun bilang dan kasih pengertian yang istimewa, katanya perjuangan revolusi adalah perjuangan “arek” yang “vol” dengan “isi” ini revolusi.

“Tentara Cap Panah”

   Selama revolusi lahirnya pasukan bagaikan cendawan di musim hujan. Ada pasukan ini pasukan itu. Biasanya semua pakai nama yang serem2 dan simbol yang serem pula. Karena banyaknya pasukan, sudah barangtentu banyak juga tentara yang buta huruf. Akibatnya? Ketika peristiwa Tan Malaka “3 Juli 1946”, Perbatasan Jogja-Solo dijaga keras.

   Pada suatu malam ada sebuah mobil diberhentikan diperbatasan kota. Penjaga perbatasan menanyakan penumpang mobil tentara itu apa membawa surat perintah.

   Penumpang itu dengan tenang menunjukan surat perintahnya dan alangkah tercengangnya penumpang tadi serenta melihat laskar tadi memeriksa surat perintah itu hurufnya terbalik yang atas di bawah dan bawah di atas, dan laskar itu dengan penuh disiplin dan memberi hormat secara militer berkata :

   “O ya, tentara cap panah, boleh jalan terus..”

   Yang dimaksud cap panah, ialah surat perintah Bung Tomo yang stempelnya memakai “Cap Panah”.

Tidak ada pelurunya…

   Ada lagi mobil datang lewat penjaga perbatasa ini. Kali ini juga mobil tentara, kalah tidak salah pengendaranya Let. kol. Singgih sekarang ketua PRRI.

   Seorang penjaga sambil mengacungkan karabennya didalam mobil berkata : “Stop, mau pergi kemana, ada surat

   perintah?”.

Penjaga ini mengacungkan senjatanya sambil mengokang senjatanya.

   “Surat perintah ada bung, dan bung boleh periksa, tetapi tidak usah ngokang senjata dan ditodongkan kesetir”.

   “Jangan khawatir pak, tidak apa-apa. Tidak ada pelurunya……”

Laskar Kere

   Nama pasukan selama revolusi banyak yang serem2 dan bikin orang sering berdiri bulu kuduknya. Karena banyaknya kesatuan maka nama itu beraneka ragam juga, dan semuanya mengerikan. Ada “Pasukan Berani Mati”, “Alap-alap Nyawa”, tetapi ada juga yang kasih nama dirinya “Laskar Kere…..”

   Artinya “Laskar Pengemis” tetapi anggotanya terdiri dari anak-anak pelajar Solo.

Pasukan Ber-uang-merah

   Disamping nama2 yang serem-serem, ada juga pasukan yang namanya “Beruang Merah”. Orang mengira ini bangsanya “Tentara Merah” atau “Tentara Jalan Kedelapan”. Bukan saudara, justru tentara ini yang paling tidak merah dan malahan paling anti merah.

   Dia jarang mau ditarik mundur digaris belakang, dan tempatnya yang disenangi adalah didaerah perbatasan dimana banyak lalu lintas barang2 dari dan kedaerah pendudukan seperti gula, kinabas, opium, baju drill CP, ikat pinggang dan kacamata atom….   Karenanya rakyat biasa menamakan mereka  pasukan “Beruang Merah”, alias pasukan “Ber-uang Merah” … Uang yang beredar di daerah pendudukan.

   Revolusi juga membuka segala kemungkinan baru. Tahukah saudara bahwa Achmad Jadau itu selama revolusi adalah Letnan Kolonel dan memegang pasukan di Solo, tetapi di jaman Pra-Revolusi adalah seorang Penyanyi.

Angkatan Lawe

   Ada juga bekas kapten sepakbola lantas jadi Kapten Angkatan Darat. Ada juga tukang catut yang kemudian menjabat opsir ALRI, singkatan dari Angkatan Laut Republik Indonesia. Karena tempatnya tidak di lautan, dan mondar-mandir di Pujon, Lawang, Kaliurang, ngurus dagangan ini dan itu orang sebut Angkatan Lawe…

Bersambung ke bag.2