Ringkasan Biografi Oto Iskandar di Nata

Tulisan ini merupakan hasil latihan Kelas Menulis sebagai bagian dari Aleut Development Program 2020. Tulisan sudah merupakan hasil ringkasan dan tidak memuat data-data penyerta yang diminta dalam tugas.

Ditulis oleh: Lisa Nurjanah

Sinopsis

Si Jalak Harupat yang terkenal sebagai nama stadion di kota Bandung, ternyata merupakan julukan salah satu pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Di Desa Bojongsoang, tanggal 31 Maret 1897, lahir seorang anak laki-laki yang berasal dari kalangan menak atau bangsawan, yaitu pasangan Raden Haji Rachmat Adam dan Nyi Raden Siti Hatijah. Anak itu diberi nama Raden Oto Iskandar di Nata.

Dibesarkan dari keluarga menak adalah sebuah keberuntungan, karena kehidupan Oto relatif jauh lebih baik daripada anak-anak pada umumnya kala itu. Akan tetapi, hal itu tidak berarti menghalangi rasa nasionalisme seorang Oto Iskandar di Nata. Alasan karena beliau dijuluki Si Jalak Harupat karena kehebatannya melancarkan kritik pada pemerintah kolonial. Si Jalak Harupat berarti ayam jago yang keras dan tajam kalau menghantam lawan, kencang bila berkokok, dan selalu menang kalau diadu. Awalnya julukan ini dilontarkan oleh Wirasendjaja, guru HIS Cianjur, kakak Soetisna Sendjaja, pemimpin redaksi surat kabar Sipatahoenan.

Oto meninggal karena diculik oleh Laskar Hitam, namun jenazah dan siapa pembunuhnya tidak pernah diketahui.

Catatan Peresensi

Saat melihat nama pahlawan Oto Iskandar di Nata, saya merasa tertarik. Pasalnya, nama itu tidak asing terdengar. Wajah dan namanya terpampang di uang Rp.20.000. Saya membaca tentang Oto Iskandar di Nata dalam buku “9 Pahlawan Nasional Asal Jawa Barat”. Rupanya, banyak hal menarik yang ada dalam diri beliau. Salah satunya, ternyata beliau masih merupakan keturunan Prabu Siliwangi. Selain itu, nama lengkapnya memiliki gelar Raden, gelar yang cukup dihormati. Ayahnya, adalah seorang Lurah Desa yang telah menunaikan ibadah haji walaupun saat itu tidak mudah untuk dapat melaksanakannya.

Saat membaca, saya harus melihat beberapa arti kata di KBBI. Contohnya, Oto mengusulkan pemilihan presiden dan wakilnya secara aklamasi. Aklamasi artinya pernyataan setuju secara lisan dari seluruh peserta rapat.

Di sisi lain, saya cukup pusing dengan alur waktu yang ditulis karena tidak berurutan, misalnya di salah satu paragraf ditulis bahwa beliau menjadi Ketua Pagojoeban Pasundan sejak 1929, namun baru di bagian selanjutnya ditulis kalau beliau bergabung di sana sejak 1928.

Banyak angka yang dicantumkan sebagai catatan kaki, membuat saya harus membolak-balikan halaman buku, jadi tidak nyaman membacanya.

Ada bagian yang sangat mengesankan bagi saya:

Oto mengatakan kepada anak lelakinya bahwa lelaki harus mencintai tiga orang ibu, yakni Ibu kandung, Ibu dari anak-anak atau istri, serta Ibu pertiwi. Ibu kandung harus ditinggalkan demi melayani istri, begitu pula istri harus ditinggalkan demi ibu pertiwi atau tanah air. Ia juga mendapat pendirian tegas dari apa yang dibacanya, seperti koran De Express yang kerap mengecam pemerintah Hindia Belanda. Oto juga seorang yang menaruh perhatian pada pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s